Rabu, 31 Desember 2014

SELAMAT TINGGAL 2014, munculnya harapan-harapan baru di tahun depan.


Tahun 2015 sudah 99% termuat, kita sebentar lagi akan melihat jalanan ramai karena momen yang istimewa ini hanya terjadi setahun sekali, suara-suara riuh orang akan mewarnai malam tahun baru ini, kalau tidak hujan hehehe,suara petasan serta kembang api akan menandai berakhirnya tahun ini, dan di malam tahun baru ini pun ada yang hanya dirumah nonton tv dan berkumpul bersama keluarga, ada yang mengadakan pesta dirumah kawan, ada yang keliling-keliling kota untuk melihat meriahnya perayaan akhir tahun ini, saya sendiri belum tau akan kemana, mungkin kerumah teman hahaha, dan buat kawan-kawan yang keliling kota, ingat, jangan sampai membuat rusuh, kebut-kebutan, buatlah momen ini menjadi momen yang positif, oke ?
Hari ini adalah akhir dari tahun 2014, mari kita hapus semua negatifitas dari diri kita, hilangkan segala yang tidak baik, belajar dari pengalaman yang buruk, maafkan kesalahan orang lain, maafkan dirimu. Sebagai gantinya, berjanjilah di tahun 2015 nanti untuk terus memperkaya ilmu, mengembangkan keterampilan, menguasai diri, tetapkan tujuan yang jelas dan gunakan cara yang paling ampuh untuk mencapainya. Sekali tujuan yang jelas sudah ditetapkan, pantiklah api semangat yang berkobar dalam dirimu, pertahankan dan terus pertahankan sampai tujuan-tujuan yang luarbiasa itu tercapai, dan satu lagi, jangan dan jangan, jangan pernah menyerah!
Hormat Saya, Guido Gusthi Abadi

Minggu, 28 Desember 2014

--SAMUDRA ILMU TANPA BATAS--


Jika kita lihat gambar ini, garis yang menjadi lintasan si orang untuk berjalan menelusuri samudra ilmu ini tidak terbatas, garis itu tidak ada ujungnya, maka jika satuan orang yg memiliki ilmu lebih banyak adalah cerdas, mana yang lebih cerdas ? yang diatas atau dibawah? jika pikiran kita sempit seperti foto ini (bingkai yang membatasi gambar ini), kita akan melihat orang yang dibawah lebih cerdas, namun jika kita meluaskan pandangan, kita tau dia tidak lebih cerdas, sekarang luaskan, luaskan lagi pandanganmu, sampai garis itu terlihat sangaaaat panjang sekali, dan kau masih tidak melihat ujungnya, barulah disitu kau akan memahami bahwa tidak ada yang perlu dibanggakan, karena samudra ilmu itu tidak ada batasnya, orang yang diatas bisa saja mengejar yang dibawah, kelebihan yang dibawah dia hanyalah 'lebih dahulu; mendapatkan ilmunya.

--Misteri makhluk yang belum terungkap--



Begitu banyak misteri di dunia ini, begitu banyak yang belum terpecahkan, dimanakah jawaban atas semua misteri ini ? Pertanyaannya apakah misteri ini memang benar-benar ada , atau kita yang menciptakannya, kita tau, dalam dunia fisika kuantum, alam semesta adalah hologram, kita semua berperan dalam penciptaan, dan tidak mustahil bahwa manusia bisa menciptakan sebuah makhluk yang bisa dilihat, saya tidak membawa-bawa agama dalam hal ini, tapi yang saya katakan berdasarkan pemahaman saya tentang teori fisika kuantum, seorang manusia bisa menciptakan sesuatu (manisfestation) ataupun menhancurkan sesuatu (dematerialize), segala sesuatu terdiri dari unsur dasar atom, baik padat, gas ataupun cair, nah dengan cara tertentu (tentu saya belum tau) manusia bisa menciptakan sesuatu, apalagi jika melibatkan kepercayaan banyak orang.
Seperti eksperimen McTaggart, ketika sekumpulan orang di suruh membayangkan daun pada pohon yang di depan mereka 'glow' atau bersinar, yang terjadi apa? daun pohon tadi benar-benar bersinar.Begitu juga dengan penampakan makhluk-makhluk seperti kuntilanak, pocong, genderuwo, terkadang kitalah yang menciptakan mereka.Zaman akan semakin canggih, orang-orang akan menjadi semakin pintar, tapi kapan waktu dimana ilmu manusia akan mencapai titik 'mentok' atas misteri ini? titik 'mentok' itu adalah titik dimana semua sudah sampai batasnya dan sudah saatnya untuk dijawab.Misteri-misteri makhluk di dunia masih menimbulkan banyak kontroversi, apakah makhluk ini ada, apakah ini nyata, apakah itu palsu, ini akan tetap menjadi misteri,sebenarnya bukan makhluknya, tapi 'misteri' nya itu, apakah dia ada atau kita yang mengada-ngada?

HERCULES VS ARES, Mengenal pentingnya sikap.



Hercules dan Ares, dua-duanya merupakan putra dari ZEUS, Ares termasuk ke dalam 12 dewa, dan merupakan dewa perang yang haus darah, sedangkan hercules merupakan hasil dari pernikahan ZEUS dan manusia biasa, oleh karena itu hercules bukanlah dewa, dia manusia setengah dewa, dan hercules adalah pahlawan.
Ares mempunyai watak yang suka dengan perang, beringas, haus darah,dan keras kepala,dia adalah simbol kebrutalan, kekejaman dan horor dari perang,dia tidak mengikuti semangat berpihak, suatu kali dia bisa mendukung satu pihak, tapi justru dia membantu pihak yang lain, dia mengikuti sekehendak hatinya, dia merupakan dewa yang dibenci oleh dewa-dewa yang lain, Ares mempunyai anak yang bernama Kiknus yang juga kejam dan anak yang lain bernama Eros, Anteros, Fobos, Deimos, Harmonia, dan Adrestia.
Sedangkan Hercules merupakan sosok yang tenang dan senang membantu masyarakat Yunani,dia disebut telah menjadikan dunia aman. Keberanian, kecerdasan, keperkasaan, kekuatan seksualnya adalah ciri khas Hercules, dia senang bermain dengan anak-anaknya ketika tidak sedang melaksanakan tugas. Hercules adalah orang yang bersemangat dan emosional, dia bisa melakukan sesuatu yang hebat untuk kawannya, tetapi dia justru sangat berbahaya bagi orang yg dia benci.
Kiknus putra sang dewa perang menantang Hercules, kemudian merekapun bertarung, mendengar ini, Ares bergegas pergi dan segera membantu putranya tadi melawan Hercules, Kiknus berhasil dibunuh dan Ares juga berhasil dilukai oleh Hercules, bahkan Hercules bisa saja melukai Ares lebih parah kalau saja tidak dihalangi oleh petir Zeus.

Mengapa Ares yang begitu kejam, dewa perang dan brutal bisa dikalahkan bahkan bersama anaknya oleh Hercules yang tenang dan mencintai orang lain? itu semua karena Ares terlalu menguras energinya dengan kemarahan, kebrutalan,Ares terlalu emosional dan terburu-buru, sedangkan Hercules lebih tenang, cerdas, namun tetap perkasa dalam menghadapi musuhnya, itulah mengapa Hercules bisa mengalahkan siapapun dan monster apapun, karena dia dibekali dengan penguasaan diri yang sempurna, begitu juga dengan kita, kau memilih untuk menjadi kejam dan terlalu emosional supaya orang takut denganmu dan merasa kau adalah seorang penguasa, atau menjadi tenang, mencintai, penuh semangat, cerdas dan mampu menguasai diri dengan baik ? terserah.

Jumat, 19 Desember 2014

Trik Minta Uang


Saya pinjam teknik David J.Liebermen, dan saya modifikasi sedikit bahasanya biar lebih mudah, dan tidak terlalu panjang lebar, ini adalah taktik psikologis yang efektif, bisa digunakan agar orang kaya yang pelit mau mengeluarkan uangnya.
Tekniknya :
-Pertama anda minta uang dengan jumlah yang jauh melebihi uang yang anda butuhkan.
-Selanjutnya minta uang dengan nominal tertentu, seperti anda butuh (yang sebenarnya) Rp. 4 juta, katakan anda butuh Rp. 4.35 juta.
-96% akan berhasil.

Contoh, anda mau pak Bambang yang kaya mengeluarkan uang Rp. 5 juta untuk anda
Anda : Pak, bisakah aku meminjam/meminta uang Rp. 30 juta untukku? aku mau membangun sebuah toko
Pak Bambang : Jumlah itu cukup besar bagiku, aku masih banyak kebutuhan yang lain.
Anda : Kalau begitu bolehkah aku hanya meminta Rp. 5 juta saja ? sisanya akan kucari pinjaman ke orang lain
Pak Bambang : Baiklah

Contoh 2 : anda mau meminta sumbangan sebesar Rp. 10 juta untuk bantuan korban bencana alam kepada Pak Ari, Pak Ari adalah juragan buah yang kaya tetapi pelit.
Anda : Pak, bisakah kami meminta sumbangan untuk korban bencana alam sebesar Rp. 10.255.000 ?
Pak Bambang : Baiklah.

Contoh ke 2 sangat efektif, karena anda meminjam dengan nominal tertentu, jadi Pak Ari tidak mengira bahwa anda main-main, karena jika anda bilang Rp. 10 juta saja, pak Bambang akan mengira anda menggunakan uangnya untuk kepentingan anda atau anda berbohong, karena jumlah tersebut terlalu umum (tidak terperinci).
Dan yang satu lagi, selalu gunakan kata bisakah atau bolehkah, karena anda tidak ingin terlihat kurang ajar hanya karena menyebutkan langsung anda membutuhkan jumlah uang yang anda butuhkan.

Selasa, 16 Desember 2014

TERKADANG, diam itu emas

"You say it best, when you say nothing at all"
--Ronan Keating, When you say nothing at all--

Seperti lirik yang aku kutip dari lagunya Ronan Keating yang berjudul When you say nothing at all, kita tau, memang jawaban terbaik kita kadang ada di dalam diam kita, banyak sekali manfaat diam, tetapi tak selamanya diam itu emas

Senin, 15 Desember 2014

Dunia dalam jurang 4


Sang kakek melanjutkan ceritanya "ya, peperangan, pasti ada yang dimana setiap tahun sekali, penduduk-penduduk disini saling berebut wilayah, masing-masing akan saling membunuh, sulit untuk lari, kita harus melawan atau bertahan ditengah peperangan ini, tidak bisa lari"
"Berarti kakek hebat dong, udah puluhan tahun bisa bertahan?" tanya Aaron.
Sambil sedikit tertawa, sang kakekpun melanjutkan ceritanya "Disini bukan otot yang menentukan seberapa lama kita akan hidup, tapi otak kita, penduduk-penduduk disini rata-rata kekuatannya diatas kita manusia, tetapi jarang sekali dari mereka yang pandai menggunakan akalnya, kita manusia memang dari sananya punya akal yang sempurna, jika kita bisa menggunakan akal ini dengan benar, kita pun bisa menaklukkan apapun, kakek memang sebelum menjadi penguasa kawasan ini, mati-matian berjuang, membunuh di saat mereka tidur, bersembunyi agar tidak ketahuan, dan mengadu domba mereka agar saling membunuh, dan ketika sudah menjadi penguasa, kakek hanya memerintahkan saja, tidak perlu ikut berperang"
"Hebat kek, di dunia yang seperti ini, kakek masih punya semangat hidup, di dunia dalam jurang ini, rata-rata manusia akan frustasi, karena tidak menemukan kawan dan selalu dihantui dengan penduduk-penduduk disini" kata Aaron sambil melihat-lihat ke sekeliling.
Sang kakek tidak memberikan tanggapan lagi, namun dia memberikan isyarat agar Aaron mengikutinya, Aaron pun menganggukkan kepala dan mereka berdua pun mulai jalan menuju timur.

Malam menjadi semakin gelap, jam menunjukkan tepat jam 11.45 malam, seorang kakek dan anak muda terlihat sedang jalan berdua menyusuri daerah tersebut, tampaknya mereka akan menuju ke suatu tempat. Ada suatu ikatan yang sangat kuat diantara mereka, seperti kakek dan cucunya, mereka tampak sangat akrab di sepanjang jalan, tidak berapa lama kemudian, sampailah mereka.
"Nah, ini tempat kakek tinggal" kata kakek menunjuk sebuah rumah kayu yang tampak sederhana sekali.
"Ini? kakek tinggal disini selama ini? "tanya Aaron dengan raut muka yang sedikit bingung.
"Bukan, kakek tinggal disini baru 3 bulan ini, kakek sering pindah, mengingat untuk hidup di dunia bawah jurang ini membutuhkan tempat yang strategis agar tidak mudah terkena hal-hal yang tidak diinginkan" jawab kakek dengan tenang.

Sang kakek kemudian mengajak Aaron untuk masuk, dia tak menutup pintunya, tampaknya ada sesuatu yang akan datang, namun raut wajahnya tetap tenang tak menunjukkan adanya bahaya yang akan datang, sorot matanya teduh menatap Aaron.